Warga di lokasi Kabupaten Situbondo Jatim, sebagian hari terakhir resah akibat ditemukannya tepung terigu yang berulat di pasaran.

Fasin (50), seorang pedagang peracangan, warga Desa Wonokoyo Kecamatan Kapongan Situbondo, mengaku kaget bersamaada ulat tepung terigu mengolah BS yang telah berulat dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Celakanya, sejumlah warga dan pelanggannya telah ada yang terlanjur membeli tepung tersebut. Sehingga mereka protes dan mengembalikan tepung yang telah mereka beli itu.

Fasin mengaku baru menyadari jikalau dua sak tepung terigu yang baru saja dibelinya dari salah satu toko grosir di Situbondo itu bercampur ulat, sehabis meraih protes dari pelanggannya.

 

‘Saya baru menyadari jikalau tepung terigu yang baru saja aku beli dari toko grosir di kota, ada ulatnya. Ini aku ketahui sehabis aku diprotes customer saya,” ujarnya.

Menurut Fasin, bersama kejadian ini, ia menghendaki dinas tentang kudu lebih ketat dalam melakukan pengawasan di pasaran. Ia menilai, meski sidak dilakukan oleh dinas terkait, namun belum semuanya maksimal dalam melakukan pemeriksaan.

 

Hal yang sama berlangsung di toko lain di Situbondo. Tepung terigu yang hendak dijualnya bercampur ulat ukuran kecil. Sehingga pedagang kudu mengayaknya (menyaring) terlebih dulu.

Rina, salah satu warga Desa Pecinan Kecamatan Mangaran, mengaku kerap membeli tepung terigu yang bercampur ulat kecil. Namun ia terpaksa tetap konsumsi bersama langkah membersihkan tepung sebelum akan digunakan.

Sementara, information yang sukses disatuka dari sejumlah pedagang di Situbondo, baik di perkotaan maupun di pedesaan, tepung berulat kerap berlangsung ,belakangan ini. Dan perihal itu mengakibatkan penduduk kuatir untuk membelinya.

 

Warga menghendaki kepada dinas tentang untuk lebih meningkatkan pengecekan, karena dikhawatirkan tepung terigu berulat dapat konsisten menyebar di pasaran.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Situbondo, melalui Kabid Perdagangan, Abdul Wahid Wahab, mengaku, pihaknyai belum menyadari ada tepung terigu yang berulat di pasaran. Sebab sepanjang ini pihaknya telah melakukan sidak rutin di sejumlah lokasi namun tidak mendapatkan bahan pokok tepung yang berulat.

Namun bersama ada kejadian ini, pihaknya dapat memanggil sejumlah distributor maupun pemilik toko grosir yang ada di Situbondo.

 

“Selain kami sidak, nant kami dapat memanggil sejumlah grosir atau distributor yang ada di Situbondo untuk klarifikasi tentang tepung yang berulat tersebut,” ujarnya.

Ia mengharapkan kepada warga, terlebih yang mendapatkan tepung tidak layak dikonsumsi, layaknya ada ulatnya, untuk mengembalikan ke tempat mereka beli atau ke distributor maupun grosir.

“Kita dapat tetap melakukan sidak pasar lebih teliti kembali dalam pengecekan barang terlebih bahan pokok,“ tegas Wahid.

Disinggung apakah ada permainan spekulan atas kejadian ini, Wahid enggan memberikan keterangan tanpa ada bukti terlebih dahulu. Namun pihaknya berjanji dapat menggencarkan sidak, jadi dari toko kecil, grosir serta distributor di lokasi Situbondo.

By toha