Setiap orang tua ingin mereka menjadi pandai. Inilah mengapa mereka rela mengeluarkan banyak uang untuk kebutuhan pendidikan anak. Namun pada umumnya lansia masih fokus pada bagaimana cara meningkatkan IQ (Intelligence Quotient). Meski masih ada EQ (Emotional Quotient) yang tidak kalah pentingnya dengan IQ.

Pendidikan di sekolah tentu lebih banyak mengajarkan tentang IQ daripada EQ bagi anak-anak. Di sekolah dia belajar keterampilan logis dan keterampilan kognitif lainnya. Sebagai orang tua, Anda harus terlibat dalam pemberian kompensasi IQ dan EQ anak. Ini karena EQ sangat berpengaruh ketika seorang anak menggunakan IQ untuk menyelesaikan masalah. Di bawah ini kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang EQ.

Artinya EQ

Psikolog Harvard mengatakan bahwa EQ (Emotional Quotient) sangat penting bagi anak-anak untuk menggunakan IQ dengan cara yang benar. Penggunaan hasil IQ yang tidak tepat harus memengaruhi anak serta lingkungan. Oleh karena itu, setiap orang harus mampu melakukan dengan tetap menjaga lingkungan sekitar jika memungkinkan.

Baca juga yuk cara atasi speech delay pada Anak, di situs website generos, silahkan Anda bisa klik pada tautan tersebut.

Secara umum EQ bercerita tentang kepribadian ketika seorang anak yang memiliki EQ yang baik akan memiliki rasa empati juga. Selain itu, anak-anak tersebut juga dapat menempatkan dirinya pada situasi dan lingkungan yang ekstrim.

Hal inilah yang membuat anak penderita EQ mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, karena mereka umumnya terbuka dan mampu mengontrol kepribadiannya. Dengan begitu, aktivitas akademis pasti akan lebih baik dari pada anak-anak yang hanya mengandalkan IQ. Ini karena dengan EQ, anak dapat memperoleh lebih banyak informasi dari teman atau orang lain, melalui pergaulan.

Berbeda dengan anak-anak yang hanya mengandalkan IQ. Ia hanya bisa belajar dan mengembangkan ilmu itu sendiri, tanpa bantuan orang lain. Bahaya ilmu itu dulu merusak lingkungan karena kebanyakan orang yang memiliki IQ tinggi yang dibarengi kesulitan EQ seimbang akan menentukan apa yang harus dilakukan dan apa yang baik untuk dirinya dan orang lain.

Saya tidak dapat memungkiri bahwa merekalah satu-satunya kepercayaan IQ akan memiliki ego lebih tinggi daripada IQ kompensasi dengan EQ. Hal ini perlu Anda perhatikan agar anak-anak tumbuh dengan cerdas, berakal dan juga berkepribadian.

Nutrisi

Tidak bisa dipungkiri bahwa gen dari orang tua sama halnya dengan pengaruh IQ dan EQ anak. Hal ini terjadi karena anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan lingkungan yang dipengaruhinya. Lingkungan akan mengajarkan anak-anak tentang ilmu kognitif serta pengembangan karakter berdasarkan pengalamannya. Mulailah, sebagai orang tua, Anda perlu mengetahuinya jika ingin memiliki anak dengan IQ dan EQ dewasa yang seimbang.

Selain memenuhi kebutuhan pendidikan, Anda juga perlu memenuhi kebutuhan gizi anak. Anda perlu memperhitungkan kebutuhan vitamin dan mineral. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan kebutuhan kalsium dan zat besi. Oleh karena itu, berikan asupan makanan untuk anak dengan tetap memperhatikan tingkat kebutuhannya. Anda juga bisa mengisinya dengan memberikan susu bayi yang mengandung nutrisi tersebut.

Cara Meningkatkan EQ anak

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan EQ anak.

1. Biarkan Anak Anda Mencari Jati Diri, Jangan Dipaksa Dengan Anak

Pertama dan terpenting, Anda harus bisa memberikan informasi kepada anak-anak Anda. Buat mereka sadar akan identitas serta kemampuan mereka.

2. Beri pengertian Anda bahwa Semua Kelemahannya juga tersedia

Ajari anak Anda untuk menerima kekurangannya. Banyak orang akan frustasi karena menganggapnya sebagai kekurangan orang lain.

3. Harta tubuh itu sendiri lebih penting dan akan membuat anak belajar menghargai orang lain

Sangat penting untuk memberi anak Anda pemahaman tentang harga diri. Tentu ini ada hubungannya dengan ketrampilan untuk menerima kekurangan mereka.

4. Kepercayaan diri pada anak akan mempengaruhi kepribadiannya

Pada akhirnya, hal itu menciptakan sisi positif pada kepribadian anak dengan menanamkan kepercayaan padanya.

By Ningrum