Kita cuma harus menyiapkan perlengkapan teristimewa yang bila diperlukan selama perjalanan kira-kira 3 hari 2 malam di tengah lautan sambil berpindah-pindah dari satu pulau ke pulau lainnya.

Dan inilah letak keseruan dari hopping islands ini, yakni satu malam bermalam di Pulau Padar, dan semalam lainnya bermalam di Gili Lawadarat trip labuan bajo.

Lebih seru lagi gara-gara kita disuguhkan segera bersama pemandangan matahari terbenam dan matahari terbit di tepian pulau. Malamnya, bisa bercengkerama bersama sesama bagian kelompok Open Trip sambil rebahan di atas kapal beratapkan langit berbintang.

Karena tetap di tengah laut dan tanpa polusi, bintang-bintang di langit terlihat terlampau riuh, menaikkan syahdu cerita wisata di Labuan Bajo.

Belum lagi, keceriaan di setiap malam juga didapat dari keramaian kapal-kapal Open Trip atau wisata lainnya yang saling terparkir berdekatan untuk bermalam.

Terkadang, tiap-tiap kapal menyalakan musik yang berbeda-beda (terkadang juga secara bergantian) bersama volume yang kencang, sehingga bisa dinikmati bersama bersama para pewisata lain dari kapal-kapal lainnya.

Misalnya, selalu Mengenakan alas kaki yang lumayan untuk berpetualang di alam terbuka, gara-gara sebagian jalur pendakian atau trekking yang akan dilalui lumayan terjal dan berbatu. Salah pakai alas kaki bisa membahayakan kita sementara menjelajah.

Jika kita khawatir akan ada problem sementara mendaki, bisa juga selipkan trekking pole di dalam barang bawaan kita untuk mendukung sementara harus lewat jalur trekking yang lumayan terjal. Atau layaknya yang saya melakukan sementara itu, mencari sebatang kayu yang lumayan kuat di tepian pulau seagai pengganti trekking pole.

Selain itu, sementara berada di Pulau Komodo, selalu patuhi ketetapan yang dijelaskan oleh para Rangers sehingga kita terhindar dari bahaya yang tidak diinginkan. Mengingat komodo ini adalah hewan buas, menjadi perlu bagi kita untuk selalu berhati-hati dan mematuhi ketetapan setempat sementara menyambangi pulau ini.

Tak lupa, kewaspadaan juga harus untuk selalu diterapkan sementara memutuskan untuk snorkeling atau berenang. Utamakan selalu berdekatan bersama pemandu wisata sementara berenang sehingga tak lalai atau lebih-lebih terbawa arus.

Hal lain yang juga harus diperhatikan yakni keterbatasan yang dimiliki sementara harus bermalam di tengah laut. Pasalnya, kamar-kamar yang tersedia di di dalam kapal sangatlah minim. Tempat tidurnya bertumpuk layaknya bunk bed tetapi di dalam ukuran yang lebih sempit.

Ketersediaan air untuk mandi pun terlampau terbatas. Sehingga perlu bagi kita untuk terlampau mengetahui kondisi selanjutnya sedari awal sehingga tak punya ekspektasi yang terlalu berlebih dan selalu bisa berbagi bersama sesama bagian Open Trip lainnya.

Nah, spesifik bagi yang tak tahan bersama lautan atau rentan mabuk laut, mungkin juga harus untuk menyiapkan amunisi tersendiri sehingga tak mabuk laut.

Pasalnya, kapal terparkir saja tetap bisa sedikit terombang-ambing dari arus laut yang tak dulu berhenti. Saat tidur pun kadang-kadang tetap bisa merasa jika kapal sedikit terombang-ambing oleh gelombang-gelombang kecil.

 

By toha