Pertama, dosen harus mampu mendemonstrasikan atau menilai apakah sebuah jurnal bersifat predator. Ini mencegah penyesalan dan pemborosan setelah artikel diterbitkan. Meskipun disebut Predator ketika diterbitkan. Hal inilah yang diharapkan oleh dosen yang ingin menulis artikel ilmiah dan dipublikasikan di jurnal.

 

Mungkin memang jurnal ini memang predator dari awal, tapi dosennya tidak mengetahuinya, ada yang mengecek dan ternyata predator, dan dosen mengecek lagi, ternyata predator itu yang mengejutkan dosen. .

 

Baca Juga : Jurnal Scopus Indonesia

 

Fitur Jurnal Predator:

 

Jurnal predator yang dimaksudkan sebagai “penerbitan kesombongan” adalah asal-usul publikasi tersebut. Tinjauan sejawat yang minim dan biaya yang tinggi adalah beberapa ciri jurnal predator. Jurnal predator juga sering mengeluarkan ajakan untuk menulis artikel yang menyanjung, yang seringkali menyesatkan peneliti.

 

Ada beberapa kasus jurnal terindeks SCOPUS yang sebelumnya dikelola dengan baik menjadi predator untuk keuntungan. Scopus tidak selalu cepat dalam hal ini, sehingga ada beberapa jurnal predator yang terindeks Scopus.

 

Strategi Penemuan Kebaruan Tinggi

 

Pemimpin redaksi jurnal UNNES pernah mengatakan bahwa strategi terbaik untuk menembus jurnal Scopus adalah kebaruan atau unsur kebaruan atau temuan penelitian.

 

Dari melakukan penelitian, itu harus ada. Karena topiknya terbatas pada tingkat penemuan. Untuk pengelola jurnal, adalah mungkin untuk memprediksi apa hasilnya nanti.

 

Jadi seberapa tinggi kebaruannya? Jangan terbiasa dengan hasil baru, tegasnya. Tapi harus mulai dari awal, judul, pengenalan, gap analysis, pendekatan unik, menarik, spesial, lead.

 

Tinjauan mendalam tentang kiat-kiat efektif untuk jurnal Scopus

 

Untuk pemula atau yang mencoba submit ke jurnal Scopus dan masih gagal, coba tips ini. Memasukkan makalah ke konferensi relatif lebih mudah dan lebih cepat dengan Keluaran Jurnal Scopus. Lebih mudah karena penyelenggara konferensi biasanya menyediakan kuota yang cukup besar untuk paper yang diterima, sehingga peluang lolosnya lebih baik.

 

Ini lebih cepat karena konferensi memiliki tenggat waktu pengiriman makalah dan makalah biasanya tersedia dalam waktu satu tahun. Juga, sebagian besar peninjau konferensi menyelesaikan proses peninjauan dengan cepat karena tenggat waktu konferensi yang terbatas. Kedua hal ini bisa menjadi cara mudah untuk lolos ke jurnal Scopus.

 

Kesimpulannya

 

Demikian pembahasan kami tentang beberapa tips dan cara menyusup ke jurnal scopus, yang kami harap bermanfaat dan bermanfaat bagi rekan-rekan semua. Terima kasih!

By roket