makanan anti kanker

Makanan anti kanker ternyata bisa Anda dapatkan dari bahan bahan yang sehari hari Anda olah. Seperti pada brokoli ini. Anda mungkin sangat familier dengan sayuran ini dan biasa diolah dalam menu keseharian Anda. Dan ternyata berdasar ulasan deherba.com, sayuran hijau ini sangat efektif mencegah dan membunuh kanker.

Sayuran brokoli ini termasuk jenis sayuran kubis kubisan. Dikenal sebagai salah satu sayuran yang kaya nutrisi, mulai dari vitamin C, A, B, K dan D. Kemudian sejumlah besar komponen mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Hingga protein, serat dengan kalori yang terkendali.

Khasiat Anti Kanker Pada Brokoli

Selain sederet nutrisi yang disebutkan di atas, brokoli juga kaya akan unsur fitokimia. Unsur ini dapat bekerja sebagai anti oksidan sekaligus sebagai anti kanker. Di antaranya adalah unsur sulfur khas bernama sulforaphane. Senyawa ini memiliki efek anti oksidan yang kuat dan efektif sebagai unsur anti kanker.

Di dalam brokoli juga ditemukan adanya unsur anti oksidan lain. Sebut saja seperti zeaxanthine, kaemferol dan lutein. Ini bekerja efektif mengatasi unsur karsinogen. Juga membantu mengatasi serangan unsur asing termasuk kanker. Terdapat pula unsur lain seperti Indole 3 Carbinol (I3C) yang lagi-lagi terbukti bersifat anti kanker.

Sejumlah riset sudah membuktikan, bahwa jenis sayuran kubis kubisan memiliki kemampuan sebagai anti kanker. Namun dari semua jenis sayuran kubis kubisan, maka brokoli menduduki posisi terbaik sebagai makanan anti kanker.

Bagaimana Cara Kerja Brokoli Sebagai Makanan Anti Kanker?

Dalam laman deherba,com telah diungkapkan bahwa brokoli bekerja dalam beragam cara untuk menghadapi kanker. Dikatakan bahwa komponen dalam brokoli akan menyerang sel kanker secara langsung sekaligus membantu meningkatkan kinerja pertahanan tubuh. Hingga menjadi lebih efektif dalam mengatasi serangan kanker. Adapun sejumlah cara kerja dari brokoli sebagai makanan anti kanker dapat Anda lihat dalam penjelasan berikut.

Melemahkan inti sel kanker

Setiap sel bertahan dan berkembang dibawah kendali inti sel, demikian pula dengan sel kanker. Unsur Indole 3 Carbinol (I3C) dan sulforaphane terbukti akan menyebabkan inti sel kanker melemah. Meski tidak membunuh secara langsung, tetapi ini sangat membantu dalam penyembuhan kanker.

Inti sel mengontrol proses pertumbuhan. Dengan melemahnya inti sel maka proses pertumbuhan sel kanker akan terhambat dan melambat. Ini juga akan menghambat proses duplikasi dan pengandaan sel. Sehingga perkembangan massa sel juga akan terhambat.

Selain itu, inti sel yang lemah akan menyebabkan sistem perlindungan sel kanker juga lemah. Seharusnya sel kanker dibungkus oleh selubung yang melindunginya dari indentifikasi dan penyerangan sistem imunitas tubuh. Tetapi dengan melemahnya inti sel, selubung ini menjadi tidak cukup kokoh dan mudah rusak. Membuatnya lebih rentan untuk dibunuh oleh sistem imunitas

Mendorong kinerja imunitas

Kandungan anti oksidan, mineral seperti zink dan magnesium hingga vitamin C yang tinggi dalam  brokoli juga penting perannya. Karena semua komponen ini baik untuk mendorong sistem imunitas untuk bekerja sebagai aktif.

Stimulasi komponen nutrisi dalam brokoli membantu meningkatkan daya serang sel T dan sel B pada sistem imunitas. Keduanya merupakan unsur dari sel darah putih dan limfatik yang bekerja efektif menyerang keberadaan unsur asing, termasuk di antaranya  virus, bakteri, jamur, mikroba hingga sel kanker.

Sebagai anti inflamasi

Menurut penjelasan Journal of Inflammation tahun 2015 dijelaskan banyak manfaat senyawa dari sulforaphane. Senyawa ini juga memiliki unsur anti radang.Efektif membantu proses pengeringan peradangan.

Radang dan kanker memiliki sinergi yang kuat. Peradangan yang berat bisa menjadi cikal bakal kanker. Sedang kanker dapat mendorong tubuh membentuk peradangan di area dimana kanker tumbuh.

Dengan peran brokoli sebagai makanan anti kanker, Anda dapat menurunkan intensitas peradangan. Mencegah peradangan semakin berat hingga kemudian berkembang menjadi kanker. Dapat pula membantu mengatasi peradangan yang terbentuk bersamaan dengan perkembangan kanker.

By Nurul K