Travel Semarang Jakarta – Jakarta enggak cuma tersedia mall aja kok. Wisata di ibukota ini termasuk enggak senantiasa mahal. Ada banyak pilihan wisata di Jakarta yang ramah dompet. Demi senantiasa bisa merasakan liburan aku sudi membuat list tempat wisata di pusat kota yang ramah dompet ah. Yuk disimak.

Aktivitas Traveling di Jakarta yang ramah dompet

1. Monas

Ini keliru satu tempat yang wajib dikunjungi disaat menjadi turis di ibukota. Monas, yang merupakan singkatan berasal dari Monumen Nasional merupakan sebuah tugu yang dibangun untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia untuk capai kemerdekaan berasal dari Belanda. Tugu setinggi 132 meter ini menjadi keliru satu ikon Jakarta yang dirancang sendiri oleh Soekarno, bapak proklamator kemerdekaan.

Di anggota paling bawah tugu Monas ini terdapat museum sejarah nasional. Ada diorama cerita-cerita berkenaan perjuangan merebut kemerdekaan. Untuk masuk ke dalam Monas ini kita cuma wajib membayar tiket sebesar Rp 5.000 untuk dewasa. Sedang untuk naik ke puncak Monas setinggi 115 meter wajib membayar tambahan Rp 10.000.

Tidak sudi masuk ke Monas? Tak usah khawatir. Kita masih bisa nikmati Monas berasal dari tamannya saja. Duduk-duduk manis nikmati Monas berasal dari kejauhan di taman dengan luas tidak cukup lebih 80 hektar. Tidak tersedia cost yang wajib dikeluarkan untuk masuk di taman ini.

2. Musem Nasional

Letaknya di jalur Merdeka Barat, tak jauh berasal dari Monas. Ini adalah museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Museum ini termasuk dikenal dengan sebutan Museum Gajah karena adanya patung gajah di halaman depan yang merupakan hadiah berasal dari Raja Chulalongkorn berasal dari Thailand pada tahun 1871.

Bangunan Museum Nasional ini merupakan bangunan tua yang dibangun pada tahun 1862. Namun mengingat koleksi museum yang terus bertambah, kini udah dibangun gedung baru di sebelah gedung lama. Koleksi di Museum Nasional ini merupakan benda-benda yang mempunyai nilai sejarah Indonesia dan benda-benda peninggalan berasal dari abad ke 16 Masehi hingga abad ke 19 Masehi. Tiket masuk Museum Nasional ini Rp 5.000 untuk dewasa.

3. Kota Tua Jakarta

Sesuai dengan sebutannya, lokasi ini merupakan pusat Batavia pada era VOC. Beberapa bangunan tua udah beralih fungsi menjadi museum serta cafe. Meski tak sedikit yang terbengkalai. Ada 5 museum yang berada di lokasi ini, Museum Fatahilah yang dulunya merupakan bekas kantor Gubernur VOC, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bank Mandiri, dan Museum Bank Indonesia. Masing-masing tiket museum seharga Rp 5.000.

Selain wisata museum dan bangunan tua, di halaman Museum Fatahilah yang kerap disebut termasuk sebagai Museum Sejarah Jakarta terdapat banyak atraksi seniman jalanan termasuk sewa sepeda ontel yang udah dihias lengkap dengan topi ala none Belanda. Sewa sepeda ini dikenakan tarif Rp 20.000 untuk 30 menit, atau Rp 30.000 untuk satu jamnya. Mumpung ulang berada di kawasan kota tua ini jangan lupa untuk mencicipi kerak telor, makanan khas Betawi yang udah merasa jarang ditemui.

4. Museum Bahari

Museum ini letaknya di Pelabuhan Sunda Kelapa. Dari taman Fatahilah bisa naik angkutan umum atau ojeg sepeda. Sesuai dengan namanya museum ini menaruh sejumlah koleksi yang terkait dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia berasal dari Sabang hingga Merauke.

Dulunya bangunan museum ini bermanfaat sebagai sebagai gudang penyimpanan hasil bumi layaknya rempah-rempah pada era VOC. Namum disaat pada era penjajahan Jepang, bangunan ini digunakan sebagai penyimpanan logistik tentara Jepang.

5. Kalijodo

Ini keliru satu tempat yang ulang hits banget di Jakarta. Bertahun-tahun Kalijodo yang terletak di lokasi Penjaringan, Jakarta Barat ini sama juga dengan tempat prostitusi dan perjudian. Tapi kini Kalijodo mempunyai muka baru berupa area Terbuka Hijau (RTH) dan area Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Fasilitas yang tersedia di Kalijodo ini berupa lintasan jogging, lintasan sepeda, skate park, amphiteather, serta perpustakaan dan ruang bermain anak.

6. Hop On Hop Off Bersama Mpok Siti

Sudah pada sadar belum kecuali Jakarta mempunyai bus pariwisata yang disebut dengan nama Mpok Siti? Menariknya naik Mpok Siti ini enggak dikenakan cost mirip sekali dengan sebutan lain GRATIS.

Sekarang ini udah tersedia 3 rute Mpok Siti, yaitu History Jakarta, Jakarta Modern, dan Art plus Culinary. Untuk naik Mpok Siti ini cuma bisa berasal dari halte yang tersedia tanda City Tour-nya. Jadi jangan hingga lupa perhatikan halte tunggu busnya ya.

7. Walking Tour dengan Jakarta Good Guide

Sekali-kali tak wajib memakai kendaraan untuk wisata di ibukota. Coba berhimpun dengan Jakarta Good Guide yang menawarkan tur dengan berlangsung kaki. Ada lebih dari satu rute yang bisa dipilih layaknya di pusat kota, tempat pecinan, termasuk kota tua. Soal harga termasuk enggak menjadi masalah, karena mereka menerapkan sistem “Pay as you wish” dengan sebutan lain sukarela di akhir trip.

8. Menikmati bintang di Planetarium

Terletak di komplek Taman Ismail Marzuki (TIM)yang berada di jalur Cikini Raya, kita bisa menyaksikan peragaan perbintangan. Selain menyaksikan simulasi tersedia termasuk museum yang memajang koleksi benda-beda angkasa. Tiket masuk Planetarium untuk dewasa ini Rp 12.000.

Di komplek TIM ini, selain terdapat Planetarium termasuk terdapat perpustakaan umum. Kalau menghendaki santai-santai nikmati buku silahkan mampir. Karena koleksi buku yang di tawarkan benar-benar banyak.

9. Museum Taman Prasasti

Semoga belum jemu datang ke museum. Museum yang ini merupakan museum favorit aku disaat era kuliah. Museum ini satu-satunya museum yang berada di lokasi terbuka. Berada di jalur Tanah Abang 1 museum ini sesungguhnya adalah komplek makam Belanda.

Di museum ini enggak akan menemukan koleksi benda-benda tua layaknya di museum lainnya. Karena di museum ini cuma akan menemui beraneka nisan dan patung-patung. Makam-makam yang tersedia di sini merupakan tokoh-tokoh mutlak Belanda dan Inggris pada era kolonial, layaknya pendiri STOVIA, istri Thomas Stamford Raffles, dan lainnya. Ada termasuk nisan Soe Hoek Gie, seorang aktivis mahasiswa di tahun 60an.

By toha